Ekonomi Kreatif

Dihadiri Menkeu Purbaya, PT SMI Gelar Simposium untuk Akselerasi Pembangunan Berkelanjutan

Jakarta, 22 April 2026 – Di tengah meningkatnya kompleksitas tantangan pembangunan dan kebutuhan akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional, PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) (“PT SMI”) menegaskan perannya sebagai katalis pembangunan berkelanjutan melalui penyelenggaraan Simposium PT SMI 2026, yang dirangkaikan dengan penganugerahan SMI Environmental and Social Safeguards (ESS) Awards. Acara yang digelar di Ayana Midplaza, Jakarta Pusat, pada Rabu, 22 April 2026 ini, merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-17 PT SMI. Menteri Keuangan Republik Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa, turut hadir dan memberikan pandangan strategis mengenai pentingnya penguatan pembiayaan pembangunan serta kolaborasi multipihak dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.

“Di tengah ketidakpastian global, kita perlu memastikan sektor riil tetap tumbuh dan likuiditas sistem keuangan tetap terjaga. Pemerintah akan terus mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat dan berkualitas dengan tetap menjaga disiplin fiskal. Pemerintah juga tidak dapat membiayai seluruh kebutuhan pembangunan, sehingga APBN harus berperan sebagai katalis, terutama pada proyek-proyek yang memiliki multiplier effect tinggi. Dalam konteks ini, kolaborasi dengan institusi seperti PT SMI menjadi sangat penting dalam memperkuat pembiayaan pembangunan dan mempercepat pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.”, kata Purbaya.

Mengusung tema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi melalui Pembangunan Infrastruktur”, forum ini mempertemukan pemerintah, akademisi, pelaku usaha, dan mitra pembangunan untuk merumuskan arah kebijakan, memperkuat sinergi lintas pemangku kepentingan, serta mendorong inovasi pembiayaan infrastruktur yang efektif dan berkelanjutan.

Simposium membahas dua subtopik utama, yakni “Mengapa Infrastruktur Menjadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi?” serta “Pembiayaan Infrastruktur Daerah dalam Mendukung Pertumbuhan Ekonomi yang Merata”. Sejumlah tokoh ekonomi dan pembangunan turut memberikan pandangan, antara lain Darmin Nasution, Bambang Brodjonegoro, Didik J. Rachbini, Danang Parikesit, Suminto, Arief Anshory Yusuf, Raksaka Mahi serta Direktur Pembiayaan Publik dan Pengembangan Proyek PT SMI, Faaris Pranawa.

Direktur Utama PT SMI, Reynaldi Hermansjah, menegaskan bahwa tantangan pembangunan ke depan menuntut pergeseran paradigma dari sekadar pembiayaan menuju penciptaan dampak yang terukur. “Ke depan, tantangan pembangunan infrastruktur tidak hanya tentang skala pembiayaan, tetapi bagaimana pembiayaan yang diberikan mampu menciptakan dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan yang nyata. PT SMI berkomitmen untuk terus memperkuat perannya sebagai Development Finance Institution (DFI) yaitu menjadi enabler terciptanya ekosistem pembangunan yang kolaboratif dan berkelanjutan,” ujar Reynaldi.

Selama 17 tahun berdiri, PT SMI telah memberikan komitmen pembiayaan sebesar Rp275 triliun dengan akumulasi nilai proyek senilai Rp1.183 triliun. Dukungan tersebut memberikan dampak terhadap penyerapan 10,9 juta tenaga kerja dan berkontribusi terhadap PDB nasional sebesar 0,5%. Dengan sebaran pembiayaan di seluruh wilayah Indonesia, PT SMI mempercayai bahwa investasi pada infrastruktur yang berkualitas memiliki peran krusial dalam mengurangi ketimpangan wilayah dan meningkatkan efisiensi ekonomi. Hal ini diperkuat melalui pembiayaan berbasis riset yang dihasilkan oleh SMI Institute.

Pada hari yang sama, PT SMI menyelenggarakan ESS Awards sebagai bentuk pengakuan atas praktik terbaik penerapan prinsip lingkungan dan sosial di kalangan debitur. Selain untuk memberikan apresiasi, ESS Awards juga bertujuan untuk memperkuat standar implementasi Environmental and Social Safeguards (ESS) serta mendorong adopsi praktik bisnis berkelanjutan secara lebih luas lintas sektor.

Penilaian ESS Awards dilakukan melalui pendekatan komprehensif yang menggabungkan aspek kepatuhan dan kinerja secara menyeluruh. Aspek kepatuhan mencakup pemenuhan Corrective Action Plan (CAP) dan kewajiban pelaporan berkala, sementara aspek kinerja mengevaluasi ketepatan waktu pelaksanaan, kualitas implementasi di lapangan, kualitas pembiayaan, serta eksposur terhadap publikasi negatif. Untuk menjaga objektivitas dan kedalaman evaluasi, proses penilaian menggunakan metode kombinasi kuantitatif dan kualitatif, termasuk melalui diskusi panel untuk memastikan objektivitas dan kedalaman evaluasi.

Dari seluruh portofolio debitur PT SMI, tahun ini penghargaan diberikan kepada 10 entitas yang dinilai menunjukkan kinerja unggul dan konsisten dalam implementasi ESS:

  • PT Angkasa Pura Indonesia
  • PT PLN (Persero)
  • PT Jasamarga Kunciran Cengkareng
  • PT Medco Cahaya Geothermal
  • PT Air Bersih Jakarta
  • PT Jasamarga Manado Bitung
  • Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara
  • PT Krakatau Tirta Industri
  • PT Dumai Tirta Persada
  • PT Adhi Jalintim Riau

“ESS Awards merupakan bentuk apresiasi kepada para debitur yang telah menunjukkan komitmen nyata dalam penerapan prinsip lingkungan dan sosial. Melalui penghargaan ini, PT SMI mendorong adopsi praktik bisnis berkelanjutan secara lebih luas di berbagai sektor. Inisiatif ini sekaligus menegaskan bahwa keberlanjutan bukan sekadar prinsip, melainkan standar operasional yang terintegrasi dalam setiap aktivitas pembiayaan, serta mencerminkan peran aktif Perseroan dalam memastikan pembangunan yang berdampak dan berkelanjutan,” ujar Reynaldi.

– Selesai –

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button